Saat AI Membantu Saya dalam Beribadah
Senggang

Saat AI Membantu Saya dalam Beribadah

Fahrur Rozi Fahrur Rozi ·
Dulu, Ibu selalu mengingatkan kami, anak-anaknya, untuk berhati-hati ketika hendak berwudhu, saat air di kamar mandi sedang sedikit.

"Berwudhulah ke luar. Airnya sedikit," kata Ibu.

Maksudnya adalah jangan berwudhu ke dalam bak air karena khawatir airnya tidak mencapai dua qullah. Jika tidak sampai dua qullah atau 270 liter (ada yang mengatakan 216 liter), maka air tersebut akan musta'mal, suci tapi tidak menyucikan alias tidak bisa digunakan untuk bersuci.

Waktu itu, patokan bahwa air sudah mendekati kurang dua qullah adalah lubang yang menghubungkan antara bak mandi di kamar mandi dan di WC. Jika permukaan air sudah mencapai lubang tersebut, maka kami sekeluarga akan berwudhu ke luar bak.

Nah, sejak berumah tangga dan menetap di rumah istri, saya tidak lagi punya patokan itu. Kebetulan, bak air di kamar mandi rumah istri saya tidak ada yang memakai tanda tersebut. Saya juga tidak tahu dan tidak pernah bertanya mengapa tidak ada patokannya. Karena kebingungan, terutama saat musim-musim kemarau yang hampir tiap tahun krisis air, saya hanya bisa menerka-nerka. Sebab, akan susah jika saya harus mengukur dengan cara memasukkan air sebanyak 270 liter ke dalam bak tersebut. Ribet.

Sebenarnya, sebuah pendapat lain bisa dijadikan opsi untuk mengukur dua qullah air, yaitu dengan mengukur dimensi baknya. Namun, sayangnya, karena sangat tidak familiar dengan matematika, maka cara ini pun sukar saya lakukan.

Untungnya b̶u̶m̶i̶ ̶m̶a̶s̶i̶h̶ ̶b̶e̶r̶p̶u̶t̶a̶r̶... ditemukan teknologi bernama artificial intelligence (AI). Waktu itu, ChatGPT sedang populer karena baru rilis. Banyak orang menggunakannya. Saya pun begitu. Saya mencoba berbagai pertanyaan, salah satunya tentang air dua qullah tersebut. 

Berbekal sebuah meteran, saya mencoba mengukur panjang dan lebar bak air di kamar mandi. Didapatlah panjangnya 186cm dan lebarnya 74cm. 

Berdasar data tersebut, saya mengetik prompt di ChatGPT sebagai berikut:
Saya punya bak air dengan ukuran panjang 186cm, lebar 74cm. Jika saya mengisi bak tersebut dengan 270 liter air, berapa tinggi air dalam bak tersebut?

ChatGPT menyodorkan jawaban yang cukup panjang. Tentu saja isinya rumus matematika yang aduhai itu, yang saya tidak perlu lagi repot-repot memikirkannya. ChatGPT sudah menyodorkan hasil akhirnya, yaitu 19.7cm.

Karena tahu ini adalah pekerjaan mesin yang kadang asal omong, apalagi waktu itu baru rilis, prompt yang sama saya ketik di Bard Google (sekarang sudah ganti nama jadi Gemini). Saya harus memastikan bahwa jawabannya sama. Jika beda, validitasnya perlu dipertanyakan. Jelas saya tidak akan memakainya. Untungnya, jawaban Bard juga sama. Bahkan dengan rumus dan alur jawabannya. Jadi, saya yakin ini adalah jawaban yang benar. 

Belakangan, saya juga bertanya ke Meta AI. Jawabannya persis sama.

Nah, dari hasil itu, saya lalu kembali membawa meteran ke kamar mandi untuk mematok batas air dua qullah sesuai hitung-hitungan almukarrom ChatGPT dan Bard. Ternyata perkiraan batas yang selama ini saya gunakan masih ada di atas batas yang disodorkan oleh AI. Berarti selama ini wudhu masih aman, belum musta'mal.
Bagikan:

2 Komentar

Avatar
Anonim 29 Mei 2026 pukul 15.33
Tes
Hapus
Avatar
Anonim 29 Mei 2026 pukul 15.33
Tes
Hapus

Tinggalkan Komentar